(1) Kita bertemu,
Kutemukan matamu
berbinar dengan ketakjuban paripurna
Lalu matamu
menyusuri tiap sudut tubuhku
Seperti
menelusuri masa lalu.
...
(2) Hanya sampai
bila kata kehilangan sihir
Dan waktu
hanyalah seonggok jasad hilang makna.
Hanya pada matamu
aku berpaling dan berteduh,
Membuatku selalu
rindu untuk kembali ke situ.
...
(3) Sekedar
mengatakan dengan bahasa yang tak selesai
Biarlah berlari hingga
ke ujung makna paling sublim
Di ujung itu
hanya kata sayang yang mampu ku cerna
Tapi yang terasa
.... lebih besar dari itu.
...
Penulis lahir
dan besar di Makassar sementara bersusah payah menyelesaikan kuliahnya, aktif
pada lembaga tomanurung dan Kelompok Penulis Karampuang (KPK) Makassar
Tidak ada komentar:
Posting Komentar