Senin, 31 Desember 2012

Tentang kau dan aku dan barisan cerita yang runut oleh waktu



(1) Kita bertemu,
Kutemukan matamu berbinar dengan ketakjuban paripurna
Lalu matamu menyusuri tiap sudut tubuhku
Seperti menelusuri masa lalu.
...

(2) Hanya sampai bila kata kehilangan sihir
Dan waktu hanyalah seonggok jasad hilang makna.
Hanya pada matamu aku berpaling dan berteduh,
Membuatku selalu rindu untuk kembali ke situ.
...

(3) Sekedar mengatakan dengan bahasa yang tak selesai
Biarlah berlari hingga ke ujung makna paling sublim
Di ujung itu hanya kata sayang yang mampu ku cerna
Tapi yang terasa .... lebih besar dari itu.
...




Penulis lahir dan besar di Makassar sementara bersusah payah menyelesaikan kuliahnya, aktif pada lembaga tomanurung dan Kelompok Penulis Karampuang (KPK) Makassar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar