Bunga peraduan
Tetes embun malam itu mulai merasuki setiap pori-pori batangnya
diam, diam dan diam tak bergerak seakan mengikuti ritme sang embun
seakan keduanya memang telah ditakdirkan bersama
namun ketika sinar diufuk timur mulai menganti si malam, sang embun pun tak mampu melanjutkan kebersamaannya dengan si bunga peraduan...
sang bunga histeri meratapi apa yang terjadi namun itulah takdir, ketika sang sinar berlalu maka sang gelap akan menghampiri.
Tetes embun malam itu mulai merasuki setiap pori-pori batangnya
diam, diam dan diam tak bergerak seakan mengikuti ritme sang embun
seakan keduanya memang telah ditakdirkan bersama
namun ketika sinar diufuk timur mulai menganti si malam, sang embun pun tak mampu melanjutkan kebersamaannya dengan si bunga peraduan...
sang bunga histeri meratapi apa yang terjadi namun itulah takdir, ketika sang sinar berlalu maka sang gelap akan menghampiri.
Watampone, 27 November 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar