KETIKA
Ketika Kepala Banteng
tidak lagi tajam
Ketika sinar matahari
sudah mulai enggan menyinari
Ketika pohon beringin
sudah tidak mampu melindungi dari terik matahari
Ketika bulan salib
dan bintang sudah tidak mampu melanjutkan tradisinya
Ketika kab’ah sudah
tidak menjadi kiblat
Ketika padi sudah
tidak mampu menangkal rasa lapar
Ketika nurani tidak
mampu mendengar
Ketika garuda tidak
mampu terbang tinggi ke angkasa
Maka ketika itu pula
kita tak usah mempertanyakan kenapa rakyat mengerang,
Kenapa rakyat menjerit,
kenapa rakyat manja, kenapa rakyat enggan, kenapa rakyat di ambang kematian.
Watampone, Kamis 25
Mei 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar