Senin, 31 Desember 2012

Aku Dimakamkan hari ini



> Aku Dimakamkan Hari Ini
> Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
> perlahan, semua pergi meninggalkanku,
> masih terdengar jelas langkah langkah terakhir mereka
> aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah
> terbayang, sendiri, menunggu keputusan...
> Istri, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
> Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga
> tinggal, Apatah lagi sekedar tangan kanan, kawan
> dekat,
> rekan bisnis, atau orang-orang lain,
> aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.
> Istriku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
> Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
> Tangan kananku menghibur mereka,
> kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
> tetapi aku tetap sendiri, disini,
> menunggu perhitungan ...
> Menyesal sudah tak mungkin,
> Tobat tak lagi dianggap,
> dan ma'af pun tak bakal didengar,
> aku benar-benar harus sendiri...
> Tuhanku,
> entah dari mana kekuatan itu datang,
> setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
> jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
> jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
> beberapa hari saja...
> Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
> yang selama ini telah merasakan zalimku,
> yang selama ini sengsara karena aku,
> yang tertindas dalam kuasaku.
> yang selama ini telah aku sakiti hati nya
> yang selama ini telah aku bohongi
> Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
> yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
> yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
> yang kumakan, bahkan yang kutelan.
> Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku
> umbar dulu
> Dan Tuhan,
> beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
> untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
> teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan
> hati mereka ,
> maafkan aku ayah dan ibu ,
> mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
> beri juga aku waktu,
> untuk berkumpul dengan istri dan anakku,
> untuk sungguh sungguh beramal soleh
> Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,bersama mereka
> ...
> begitu sesal diri ini
> karena hari hari telah berlalu tanpa makna
> penuh kesia sia an
> kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
> sama sekali
> mengapa ku sia sia saja, waktu hidup yg hanya sekali itu
> andai ku bisa putar ulang waktu itu ...
> Aku dimakamkan hari ini,
> dan semua menjadi tak terma'afkan,
> dan semua menjadi terlambat,
> dan aku harus sendiri,
> untuk waktu yang tak terbayangkan ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar